Universitas Paramadina Gelar Konferensi Internasional Bahas Demokrasi, Kemakmuran, Keberlanjutan, dan Perdamaian

News, Pendidikan327 Dilihat
Views: 567
0 0
banner 468x60
Read Time:2 Minute, 10 Second

MokiNews.com, Jakarta – Universitas Paramadina sukses menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “Democracy, Prosperity, Sustainability, and Peace: Problems and Prospects” yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2025.

Acara yang diadakan di Kampus Cipayung, Jakarta Timur ini, menjadi wadah penting bagi para akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk berdiskusi mengenai tantangan global serta merumuskan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Konferensi ini dibuka dengan pidato inspiratif dari Prof. Didik J. Rachbini, yang menekankan pentingnya acara ini sebagai platform untuk mencari solusi nyata terhadap berbagai permasalahan global.

“Konferensi ini bukan hanya sekadar ruang diskusi akademik, tetapi juga forum krusial untuk membangun kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu. Hanya dengan cara ini kita dapat mewujudkan masa depan yang demokratis, makmur, berkelanjutan, dan damai,” ujarnya.

Dr. Sunaryo, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Paramadina, menambahkan bahwa konferensi ini adalah bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam merespons isu-isu global yang mendesak.

“Kami ingin menciptakan ruang dialog yang serius, namun tetap optimis. Melalui forum ini, para ahli dan praktisi dari berbagai belahan dunia dapat berbagi perspektif dan menawarkan solusi konkret. Tujuannya adalah agar demokrasi, kemakmuran, keberlanjutan, dan perdamaian tidak hanya menjadi cita-cita, tetapi juga realitas yang dapat kita perjuangkan bersama,” jelasnya.

Hari pertama konferensi diisi dengan presentasi dari para pakar terkemuka, termasuk Prof. Dr. Iin Mayasari dari Universitas Paramadina, Prof. Benjamin Gregg dari University of Texas, Amerika Serikat, Greg Barton dari Deakin University Australia, Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia, dan Prof. Sumanto Al Qurtuby dari Universitas Kristen Satya Wacana.

Diskusi mendalam kemudian dilanjutkan dalam tujuh sesi paralel yang membahas isu-isu krusial terkait demokrasi, keadilan, dan pembangunan berkelanjutan. Sesi pleno yang bertajuk “Democracy in Asia” menghadirkan Prof. Susmita Sen Gupta dari North-Eastern Hill University, India, bersama Associate Prof. Herdi Sahrasad dari Universitas Paramadina.

Pada hari kedua, konferensi mengangkat tema “Democracy and Decolonizing Theories” dengan menghadirkan Prof. Biswas Prasenjit dari North-Eastern Hill University, Pipip A. Rifai Hasan dari Universitas Paramadina, dan Mayjen TNI Nugraha Gumilar dari Universitas Pertahanan. Selain itu, diadakan sesi peluncuran buku berjudul “Pengantar Studi Hubungan Bilateral Tiongkok dengan Negara-Negara Kawasan Asia Pasifik,” yang ditulis oleh para ahli yang tergabung dalam Paramadina Asia Pasific Institute (PAPI). Sesi ini menghadirkan Prof. Aleksius Jemadu dari Universitas Pelita Harapan dan Prof. Anak Agung Banyu Perwita dari Universitas Pertahanan RI sebagai narasumber.

Konferensi internasional ini didukung oleh Bank Central Asia (BCA), Universitas Pertahanan RI, dan Bursa Efek Indonesia. Kegiatan ini menegaskan peran penting Universitas Paramadina sebagai pusat pemikiran kritis dan dialog strategis, serta menunjukkan komitmen akademisi Indonesia dalam memberikan kontribusi pada perdebatan global mengenai arah peradaban di abad ke-21. (Aris)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0