MokiNews.com, Sumenep-Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Sami’oeddin menekankan Dinkes P2KB agar kasus stunting di Sumenep mendapatkan perhatian dan ada pembinaan intens yang fokus pada pengentasannya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, terdapat 11 desa di Sumenep rawan stunting, yakni di Desa Essang, Semaan, Gadu Timur, Montorna, Longos, Baban, Basoka, Banaresep Timur, Rombenguna, Keles, dan Desa Tambaagung Timur.
“Pada pelaksanaan pembinaan di 11 desa, paling tidak dibentuk pendamping di masing-masing desa,” Ujar Sami’. Kamis (9/11/2023).
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Sumenep Agus Mulyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Ida Winarni menegaskan wabwa wilayah rawan stunting tersebut sedang dilakukan pembinaan. Juga sudah membuat tim di tingkat desa bernama gerakan eliminasi TBC.
“Hal itu sedang dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak desa,” tegasnya.
Dalam penanganannya, dibantu dari TNI dan Polri melalui polsek, koramil, puskesmas, dan tokoh masyarakat.
“Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya,”tandasnya.(Min)















