Bau Kuropsi, Dayat Mahjong Soroti MBG Yayasan Darul Arqom Desa Lenteng Barat

Dalam Negeri, News92 Dilihat
Views: 311
0 0
banner 468x60
Read Time:1 Minute, 32 Second

MokiNews.com, Sumenep — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Darul Arqom Batu Kerbuy Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep Madura, jadi sorotan publik.

Berdasarkan hasil penelusuran informasi di lapangan, laporan mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Darul Arqom yang tidak layak konsumsi memang viral di medsos. Dugaan adanya pengurangan kualitas akibat masalah anggaran atau “bau korupsi” muncul karena temuan kue donat kerras, dan makanan lainnya tidak sesuai standar gizi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media mewawancarai seorang orang tua murid mengungkapkan bahwa menu MBG yang di sajikan kurang di minati oleh para siswa-siswi bahkan ada siswa yang tidak memakannya.

‎”Ya pak, kami Wali Murid beserta siswa-siswi mengeluhkan terkait menu MBG ini karena menurut saya beserta wali murid yang lainnya menu yang di sajikan tidak sesuai dengan yang canangkan pemerintah yang memiliki standar Gizi yang sesuai,” ungkap salah satu orang tua murid.

‎Para orang tua murid juga mengungkapkan bahwa menu yang disajikan ada Donat yang tidak layak di makan, “keras”

‎”Bukannya kami tidak bersyukur dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini, yang kami keluhkan terkait menunya yang kurang di minati para siswa-siswi,” tambahnya

‎Mengingat pentingnya pemenuhan Gizi, wali murid berharap agar pihak terkait agar memperbaiki menu MBG yang diduga tidak sesuai dengan yang di canangkan oleh pemerintah pusat.

Di lain pihak aktifis Sumenep Dayat Mahjong mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyayangkan terkait menu Dapur MBG Yayasan Darul Arqom Desa Lenteng Barat yang diduga tidak memenuhi standar yang canangkan oleh pemerintah pusat

Dugaan Kecurangan Anggaran (Potensi Korupsi): mencium potensi kecurangan, di mana laporan menunjukkan dana yang seharusnya senilai Rp10.000, namun yang diterima dalam bentuk makanan hanya bernilai Rp8.000.

“Isu ini mencuat di tengah pengawasan ketat terhadap anggaran besar program MBG, dengan temuan di lapangan yang menunjukkan perlunya perbaikan mendesak pada rantai pasok dan transparansi anggaran. Dan saya akan mengawal kasus ini,” tutupnya.(Min)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0