MokiNews.com, Sumenep – 16 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapatkan kucuran dana Bantuan Keuangan Desa (BK-Desa) dari Pokok Pikiran (POKIR) DPRD Jatim tahun 2024. Isu pratek jual beli dana Pokir DPRD Jatim saat ini menjadi konsumsi publik.
Realisasi pekerjaan BK tersebut rawan penyimpangan. Pasalnya, penyaluran dana tersebut terlambat karena dana baru diterima menjelang ahir tahun 2024.
Dalam situasi ini, pengawasan yang ketat dan transparansi dalam penggunaan dana sangat diperlukan. Hal ini penting agar anggaran yang berasal dari pemerintah dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep.
“Tim kami bersama media akan terus memantau pekerjaan proyek BK yang rawan penyimpangan dan teramcam fiktif,”tegas Dodik salah satu aktivis asal Sumenep yang aktif di Surabaya. Sabtu, (25/1/2025)
Menurutnya, Kabupaten Sumenep ada 16 Kecamatan 83 Desa yang mendapatkan kucuran dana BK-Desa POKIR DPRD Jatim,
Dianyaranya, Kecamatan Dungkek, Rp 2 M 300 jt, tersebar di 8 Desa. Kecamatan Batang-Batang, Rp 1,9 Miliar tersebar di 7 Desa. Kecamatan Batuh Putih Rp 2 Miliar tersebar di 7 desa. Kecamatan Bluto Rp 2 miliar tersebar di 8 desa. Kecamatan Pragaan Rp 2 miliar 650 juta tersebar di desa. Kecamatan Gapura Rp 2 Miliar 300 juta tersebar di 8 desa. Kecamatan Dasuk Rp 1miliar 200 juta tersebar di 7 desa.
Kecamatan Saronggi Rp 1miliar 300 juta tersebar di 5 desa. Kecamatan Ambunten Rp 800 juta tersebar di 5 desa. Kecamatan Lenteng Rp, 500 juta tersebar di 2 desa. Kecamatan Manding Rp 900 juta tersebar di 4 desa. Kecamatan Kepulauan Rp, 700 juta tersebar di 3 desa. Kecamatan Kalianget Rp 400 juta tersebar di 2 desa. Kecamatn Pasongsongan Rp 200 juta tersebar di 2 desa. Kecamatan Gabding Rp 600 juta tersebar di 3 desa. Kecamatan Kota Rp 700 juta tersebar di 3 desa. Kecamatan Rubaru Rp 2 miliar 475 juta .
” Keterlambatan masuknya dana membuka peluang bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk memanipulasi anggaran demi keuntungan pribadi, kami akan turun lapangan untuk memantau perkerjaan tersebut,”tutupnya.(min)














