Miliaran Rupiah, Dayat Mahjong Soroti Transparansi Dana BOS dan BPOPP SMKN 1 Sumenep

News, Pendidikan16 Dilihat
Views: 108
0 0
banner 468x60
Read Time:1 Minute, 22 Second

MokiNews.com, Sumenep – Dayat Mahjong aktifis muda Sumenep menyoroti persoalan transparansi pengelolaan dana BOSP SMKN 1 Sumenep, Madura yang mencapai Rp. 7.082.829.806 (Tujuh miliar delapan puluh dua juta delapan ratus dua puluh sembilan rupiah)

Pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada pihak sekolah, dan meminta adanya keterbukaan terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang diterima sekolah tahun 2025- 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Dalam keterangan tertulis, Dayat menyampaikan bahwa dana BOS seharusnya menjadi penopang utama kebutuhan pembelajaran, mulai dari operasional sekolah, kegiatan belajar mengajar, pemeliharaan sarpras, hingga pengadaan fasilitas multimedia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada tahun 2025 SMKN 1 Sumenep tercatat menerima alokasi dana BOSP mencapai Rp. 2.520.540.000. Tahun 2026 Dana BOS mencapai Rp 2.454.120.00.

Dana BPOPP SMKN 1 Sumenep
Tahun 2025 menerima Rp 1.218.308.000. Tahun 2026 menerima Rp 889.861.806

Selain kurangnya transparansi dana BOS, dia juga menyoroti kurangnya informasi mengenai dana BPOPP

Dayat menegaskan bahwa langkah ini bagian dari kontrol sosial, bukan upaya mencari kesalahan pihak sekolah.

“Ini bukan tuduhan. Kami hanya meminta transparansi. Dana BOS dan BPOPP adalah uang negara untuk siswa. Publik tahu berapa besarannya dan bagaimana penggunaannya. Pengawasan seperti ini wajib dilakukan agar dunia pendidikan tetap bersih dan akuntabel,” tegasnya.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 1 Sumenep Sucipto saat dikonfirmasi terkait pengelolaan dana BOSP dan BPOPP menjawab dengan singkat pengelolaan dana tersebut sesuai dengan juknis.

“Baik Pak, terkait dengan hal ini sudah kami laksanakan sesuai dengan juknis. Jika berkenan untuk selanjutya bisa kita koordinasikan lebih lanjut bersama kami dan atau tim humas,” ucapnya.

Dayat menegaskan, transparansi adalah kunci menjaga marwah lembaga pendidikan.(Min)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0