Teror di Medan: OTK Bersenjata Tajam Serbu dan Rusak Rumah Warga, Diduga Ada Aktor Intelektual

Kriminal, News499 Dilihat
Views: 1220
0 0
banner 468x60
Read Time:2 Minute, 2 Second

MokiNews.com, Medan – Suasana mencekam menyelimuti Lorong Jaya, Lingkungan 16, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli pada Sabtu dini hari, 2 Agustus 2025.

Sekitar pukul 01.00 WIB, saat aliran listrik padam, sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyerbu dan merusak rumah-rumah warga secara brutal. Para OTK mengenakan penutup wajah dan membawa senjata tajam seperti kelewang, martil, parang, dan pisau.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Aksi teror ini telah menimbulkan kerugian materiil yang signifikan dan trauma mendalam bagi para korban.

Kejadian bermula saat aliran listrik mendadak padam. Menyusup dalam kegelapan, para OTK melancarkan aksinya dengan membabi buta.

Mereka menghancurkan dinding rumah menggunakan martil seberat 5 kg dan mengobrak-abrik perabotan rumah tangga.

Ancaman dan kekerasan fisik juga dialami oleh para korban, termasuk intimidasi terhadap anak-anak dan perempuan.

Salah satu korban, Suef Juliandip (49), kader PDI Perjuangan, menceritakan pengalaman mengerikannya.

“Saya terbangun karena jeritan tetangga. Saat keluar rumah, lampu padam total. Tiba-tiba saya dikepung, kelewang ditempelkan ke leher saya. Mereka mengancam dan masuk ke rumah, menghancurkan semuanya,” ujar Suef dengan suara bergetar.

Tidak hanya rumah Suef, delapan rumah lainnya turut menjadi sasaran amuk para OTK. Total sembilan rumah mengalami kerusakan parah, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.

Kerusakan meliputi kerusakan bangunan, perabotan rumah tangga, dan barang elektronik.

Kejadian ini telah menimbulkan rasa takut dan tidak aman di tengah masyarakat.

Sekitar 15 menit setelah kejadian, aparat Brimob tiba di lokasi. Kecepatan respon ini diduga dipengaruhi oleh fakta bahwa salah satu rumah yang dirusak milik keluarga anggota Brimob.

Salah satu korban, Pak Lubis, sempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Labuhan, namun laporan resmi baru diterima keesokan harinya dengan nomor LP/B/596/VIII/2025/SPKT SEKTOR MEDAN LABUHAN.

Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli, Guntur Parulian Turnip, mengecam keras peristiwa ini dan mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas. Ia menduga adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Ini bukan sekadar pengrusakan, ini teror terhadap masyarakat sipil. Leher warga ditempel kelewang, anak-anak menangis ketakutan. Kami minta Kapolda Sumatera Utara segera menangkap pelaku,” tegas Guntur.

Guntur juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Sumut, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, dan Ketua DPC Medan, Hasim, untuk memberikan dukungan hukum penuh kepada para korban.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Warga berharap keadilan ditegakkan dan keamanan segera dipulihkan setelah malam mengerikan yang telah merenggut rasa aman mereka di rumah sendiri. Kejadian ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi terulangnya aksi serupa. (Avid)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0