Kacabdin Sumenep, Hardiknas 2026 Jadikan Panggilan Untuk Etika Kecerdasan Pendidikan

News, Pendidikan10 Dilihat
Views: 33
0 0
banner 468x60
Read Time:1 Minute, 20 Second

MokiNews.com, Sumenep – Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, kita tak bisa mengabaikan revolusi kecerdasan buatan (AI) yang telah mengubah wajah pendidikan.

Kacabdin wilayah Sumenep Rusly menjelaskan, AI bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan alat nyata yang hadir di genggaman kita—dari asisten virtual seperti ChatGPT hingga platform pembelajaran adaptif seperti Duolingo atau Khan Academy AI.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

“Seperti semboyan Ki Hajar Dewantara, AI bisa menjadi “Tut Wuri Handayani”: mendukung dari belakang agar siswa mandiri, bukan menggantikan peran guru sebagai “Ing Ngarso Sung Tulodo”.kata Rusly Kacabdin wilayah Sumenep.

Lanjut Rusly, seorang siswa di pelosok Sumenep, Jawa Timur, yang kini bisa belajar matematika interaktif via AI, menyesuaikan tingkat kesulitan secara real-time. Di sekolah-sekolah Indonesia, AI telah membantu personalisasi kurikulum Merdeka Belajar, mengurangi beban administratif guru hingga 30%, dan meningkatkan literasi digital. Namun, refleksi kita harus jujur: AI juga membawa risiko seperti ketergantungan, plagiarisme, dan kesenjangan akses di daerah terpencil. Bagaimana jika AI “mengajar” tanpa nilai kemanusiaan?

“Marilah jadikan Hardiknas 2026 sebagai panggilan untuk etika AI dalam pendidikan. Guru harus dilatih sebagai fasilitator, kurikulum diperkaya dengan pemikiran kritis terhadap AI, dan kebijakan pemerintah dorong infrastruktur broadband merata,”jelasnya.

AI bukan penguasa, tapi mitra yang memperkuat “Ing Madyo Mangun Karso”—membangun kreativitas siswa untuk Indonesia Emas 2045.

Mau tidak mau kita telah diarahkan untuk menggunakan platform digital untuk pendidikan khususnya dalam pembelajaran. Namun tentu dalam batas-batas tertentu, sehingga karakter positif anak tetap terjaga . Karena itu penggunaan gadget bagi anak-anak di kelas tetap dibatasi. Hanya digunakaan saat pembelajaran memanfaatkn platform digital

“Mari dengan bijak memanfaatkan AI, pendidikan kita akan lebih inklusif dan inovatif. Selamat Hardiknas,” tutupnya.(Min)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0