Respons Tingginya Kasus TBC, Pemkab Pati Ganduan Kemenkes Gelar Screening Massal

Dalam Negeri, News13 Dilihat
Views: 30
0 0
banner 468x60
Read Time:2 Minute, 22 Second

MokiNews.com, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengambil langkah sigap dalam memerangi penyakit Tuberkulosis (TBC). Upaya ini dilakukan dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis di 120 titik lokasi, menyusul tingginya angka temuan kasus yang mencapai 2.658 kasus pada tahun sebelumnya.

Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, ke Balai Desa Kutoharjo pada Selasa (21/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menekan laju penularan yang berisiko tinggi menyebar ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan intervensi pemerintah pusat di daerah yang memiliki beban kasus tinggi. Langkah ini juga menjadi jawaban atas peringatan keras dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

“Jadi mudah-mudahan sebelum akhir tahun, di 120 titik lokasi yang tersebar di seluruh Kabupaten Pati, masyarakat yang berpotensi tertular bisa segera dicek dan kalau sakit bisa langsung diobati. Kira-kira itu tujuan utama kedatangan kami,” ujar Wamenkes dalam sambutannya.

Dalam upaya deteksi dini, pemerintah menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Salah satu fokus utama adalah pemeriksaan foto rontgen yang diberikan secara gratis kepada keluarga pasien untuk mengetahui potensi penularan sejak dini.

“Bagi yang belum terinfeksi akan diberikan obat pencegahan, sementara yang sudah terpapar atau sakit akan langsung diobati agar tidak menular lebih luas ke orang lain,” jelas dr. Benjamin.

Pendekatan ini dinilai sangat penting karena TBC merupakan penyakit menular yang penyebarannya sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial di lingkungan rumah tangga.

Tidak hanya menangani sisi medis, pemerintah juga mulai menata faktor lingkungan yang menjadi sarang penularan. Salah satu fokus utama adalah perbaikan rumah tidak layak huni, khususnya yang memiliki ventilasi buruk dan pencahayaan minim, yang diketahui dapat memperparah penyebaran bakteri TBC.

“Ini kami sedang mendata secara menyeluruh. Minimal di Pati tadi sudah ada 34 rumah yang didaftarkan untuk segera direnovasi agar menjadi hunian yang lebih sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memastikan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan masalah ini. Ia menegaskan bahwa akan segera dilakukan validasi ulang data pasien untuk memastikan tidak ada yang terlewat dan semua kasus tertangani dengan tepat.

“Ada 2.658 pasien yang tercatat di tahun lalu, dan di tahun ini kita akan lakukan pengecekan ulang serta pendataan jika ada tambahan pasien baru. Jadi semua datanya akan kita finalisasi dalam waktu 10 hari ke depan,” tegas Risma.

Pendataan ini tidak hanya mencakup pasien utama, tetapi juga seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah sebagai langkah antisipatif untuk memutus mata rantai penularan secara total.

Usai melaksanakan kegiatan di Desa Kutoharjo, rombongan Wamenkes melanjutkan perjalanan ke Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan. Di lokasi kedua ini, dilaksanakan acara penyerahan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni khusus bagi penderita TBC.

Kegiatan ini membuktikan bahwa penanganan TBC di Kabupaten Pati dilakukan secara terpadu, mulai dari pengobatan medis, pemeriksaan massal, hingga perbaikan kondisi lingkungan tempat tinggal. (Aris)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0

News Feed