Di Sumenep, P3-TGAI Jadi Solusi Peningkatan Ekonomi Masyarakat dan Petani

Dalam Negeri, News257 Dilihat
Views: 451
0 0
banner 468x60
Read Time:1 Minute, 57 Second

MokiNews.com, Sumenep – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2024 yang dikucurkan Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya difokuskan pada perbaikan rehabilitasi jaringan irigasi.

Program padat karya tunai dengan dana APBN ini juga menjadi pendukung salah satu agenda prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2025, yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Kegiatan P3-TGAI yang meliputi kegiatan perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan jaringan irigasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja layanan irigasi, dan tentunya sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat.

Di Kabupaten Sumenep, Madura tercatat ada 62 desa penerima program tersebut, masing-masing mendapatkan anggaran sebesar Rp195 juta. Program tersebut diharapkan bisa mempermudah para petani dalam mengairi sawahnya dan dikerjakan secara sewakelola oleh perkumpulan petani pemakai air (P3A).

Menurut Samsul
Tenaga Ahli (TA) atau Konsultan Management Balai (KMB) wilayah Sumenep mengatakan, pihaknya bersama tim sering turun kedesa melakuan monitoring agar pekerjaan sesuai dengan juklak dan juknis.
“Di kabupaten Sumenep ada 62 Desa penerima P3-TGAI yang tersebar didaratan dan kepulauan,”katanya.Sabtu (7/9/24)

Dirinya menambahkan, program P3-TGAI ini sangat membantu para petani hingga masyarakat. Program ini, bisa membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat.

“Sifatnya kan pemberdayaan masyarakat, ya tentu kita libatkan masyarakat setempat, seperti masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan bisa ikut andil bekerja membangun irigasi ini. Intinya program ini juga membantu memberikan penghasilan kepada mereka,” paparnya.

Menurutnya, P3-TGAI sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat. Prinsip kegiatan P3-TGAI adalah partisipatif, transparansi, akuntabilitas dan berkesinambungan dan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat petani dan dapat dikembangkan oleh P3A.

“Dengan adanya program ini, masyarakat yang terkena PHK dan menganggur bisa terbantu. Mereka bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan melalui program ini,” terangnya.

Selain itu, P3-TGAI dialokasikan untuk pembangunan saluran irigasi tersier. Tentunya, lanjut Samsul akan berdampak pada peningkatan hasil pertanian di masing-masing wilayah.

“Tentunya akan meningkatkan produktivitas hasil panen dan jangkauan luasan area yang dialiri oleh saluran ini. Sehingga, proses irigasi di persawahan bisa maksimal,” tuturnya.

Program pemerintah ini, diharapkan benar-benar dilaksanakan sesuai aturan. Dirinya juga berharap P3A bisa membuat regulasi tentang irigasi, sehingga manfaatnya berdampak kepada para petani.

“Kami harap semua pelaksana, baik HIPPA maupun P3A, bisa melaksanakan dengan sebaik-baiiknya seseuai dengan pedoman, juklak dan juknis yang telah diatur, baik secara kualitas, kuantitas dan volume, serta panjang yang sudah ditentukan,”tandasnya.(Min)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0