Audit, Pekerjaan Proyek CV. Nonanitano Rp 929.579.166,00 diduga Asal Asalan

Dalam Negeri, News331 Dilihat
Views: 475
0 0
banner 468x60
Read Time:1 Minute, 59 Second

MokiNews.com, Sumenep – Seumur jagung Proyek peningkatan jalan Kabupaten di Kepulauan Raas, tepatnya di ruas Jalan Brakas-Karangnangka, Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kini di duga asal asalan. Rabu (19/03/2025)

Diketahui pekerjaan yang jadi sorotan masyarakat setempat dikerjakan CV. Nonanitano dengan anggaran Rp 929.579.166,00 diduga tidak memenuhi standar kualitas.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Pasalnya, meskipun baru selesai dikerjakan, kondisi jalan tersebut sudah mengalami kerusakan di beberapa titik.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya yang melakukan investigasi di lapangan, sejumlah titik pada ruas jalan ini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Aspal yang digunakan diduga memiliki ketebalan yang tidak sesuai standar, dan pengaspalannya pun dinilai dilakukan dengan cara yang kurang benar.

“Jalan ini baru selesai dikerjakan, tapi sudah rusak. Seharusnya kalau pengerjaannya benar, jalan ini bisa bertahan lama. Ada yang tidak beres dengan kualitasnya,” ungkap sumber yang tidak mau di sebutkan namanya.

Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga, terutama bagi mereka yang mengandalkan jalan ini untuk aktivitas sehari-hari. Dengan anggaran yang hampir mencapai satu miliar rupiah, masyarakat mempertanyakan bagaimana pengawasan proyek ini dilakukan dan apakah kualitas material yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

“Kami sebagai warga merasa dirugikan. Uang sebanyak itu untuk proyek jalan, tapi hasilnya seperti ini. Apakah pemerintah tidak memeriksa hasil pekerjaan sebelum menyerahkannya” keluhnya.

Menanggapi kondisi ini, masyarakat setempat mendesak Inspektorat dan Dinas PUPR Sumenep segera turun tangan untuk mengevaluasi proyek tersebut. Mereka meminta audit menyeluruh terhadap pekerjaan CV. Nonanitano guna memastikan apakah proyek ini sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak atau terdapat pelanggaran.

Jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan, masyarakat menuntut agar kontraktor bertanggung jawab dan diberikan sanksi tegas. Selain itu, warga juga berharap proyek-proyek pembangunan di masa depan lebih diawasi secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jangan sampai ada proyek seperti ini lagi. Uang rakyat harus digunakan dengan benar, bukan untuk proyek asal jadi yang akhirnya cepat rusak,” ujar salah satu warga inisial A.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini mengalami keterbatasan akses untuk meminta klarifikasi langsung dari CV. Nonanitano terkait dugaan ini. Namun, kondisi yang terjadi di lapangan serta keluhan warga sudah cukup menjadi alasan kuat bagi pihak terkait untuk segera mengambil tindakan.

Jika masalah ini tidak segera ditindaklanjuti, masyarakat khawatir kejadian serupa akan terus berulang dan merugikan warga. Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan segera turun tangan agar proyek infrastruktur yang dibiayai dengan uang rakyat benar-benar memberikan manfaat dan tidak sekadar menjadi proyek seremonial belaka.(Min)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0