4 Ruang Atap SDN Pangarangan VII Sumenep Roboh, Perlu Perhatian Pemerintah

News, Pendidikan21 Dilihat
Views: 68
0 0
banner 468x60
Read Time:1 Minute, 49 Second

MokiNews.com, Sumenep— Tiga atap ruang kelas dan satu ruang kepala sekolah SDN Pangarangan VII, Kecamatan Kota Sumenep, Madura roboh, terkesan dibiarkan oleh Dinas Pendidikan setempat.

Bangunan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa justru kini menyisakan kekhawatiran, baik bagi guru maupun peserta didik.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Dari pantauan di lokasi, kerusakan tampak jelas. Deretan genteng runtuh, rangka atap terlihat rapuh, dan sebagian plafon tak lagi utuh. Saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam ruangan. Hal ini membuat dua ruang kelas, yakni kelas IV dan kelas V tidak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya, sebut saja RJ, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sebenarnya sudah lama mengkhawatirkan. Bahkan, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep disebut telah melakukan peninjauan sebelumnya.

“Sudah ada dari Disdik yang datang, mereka sempat mengukur dan melihat kondisi bangunan. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Warga setempat juga menyoroti lambannya pemerintah setempat menangani robohnya ruang kelas.
” Itu sudah lama sebelum puasa mas, kami warga setempat menaruh harapan besar sama pemerintah daerah atau pusat untuk mengalokasikan dana untuk sekolah ini,” ujarnya pada media.

Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah terpaksa mengambil langkah darurat. Siswa kelas 4 dan kelas 5 kini harus belajar dalam satu ruangan yang sama. Kondisi ini membuat proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Ruang yang sempit, jumlah siswa yang bertambah, serta suasana yang tidak kondusif menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

Tidak hanya itu, kekhawatiran juga dirasakan oleh para orang tua siswa. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang, apalagi jika menyangkut keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

Para guru di sekolah tersebut berharap besar agar pemerintah, khususnya Disdik Sumenep, segera mengambil langkah nyata. Perbaikan bangunan dinilai sangat mendesak agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

“Harapan kami sederhana, semoga segera ada perbaikan. Kasihan anak-anak kalau harus terus belajar dalam kondisi seperti ini,” tambah RJ.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Disdik Sumenep terkait rencana perbaikan maupun penanganan lebih lanjut atas kerusakan bangunan di SDN Pangarangan VII. Kondisi ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah harapan para guru dan siswa yang menunggu kepastian.(Min)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0