Tinjau Suntik Vaksin PMK, Bupati Pati Sampaikan Ini

Dalam Negeri, News1090 Dilihat
Views: 1176
0 0
banner 468x60
Read Time:1 Minute, 46 Second

MokiNews.com, PATI-Bupati Pati Haryanto, Kamis (30/6), kembali meninjau pelaksanaan suntik vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kandang milik warga Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen.

Bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pati Pujo Winarno dan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Nikentri Meiningrum, Haryanto juga meninjau suntik vaksin PMK di Desa Sumbersari.

banner 336x280

Bupati menyebut, dari jatah 4 ribu vaksin PMK, yang didapat Pemkab Pati, sekitar 1.200 diantaranya sudah disuntikkan ke hewan ternak.

“Dari 4.000 vaksin, sudah sekitar 1.200 disuntikkan. Akan selesai dalam 2-3 hari. Ternak yang sehat juga tadi sudah kami beri vitamin untuk mencegah tertular PMK,” jelas Haryanto.

Sebelum meninjau suntik vaksin PMK di wilayah Kecamatan Kayen, pihaknya juga telah melakukan peninjauan di wilayah Pucakwangi dan Jakenan.

“Alhamdulillah di wilayah Kayen sini tidak banyak kasus PMK. Mudah-mudahan tidak berkembang,” jelas bupati.

Haryanto berharap, wabah PMK segera teratasi dengan adanya vaksin.

Di samping vaksinasi untuk pencegahan penularan, peternak juga diharapkan bisa melakukan penanganan mandiri terhadap ternak yang sakit.

“Yang sakit dan belum tervaksin, ada ramuan herbal yang bisa dibuat sendiri yaitu dari kunir, jahe, dan madu,” tuturnya.

Hal terpenting, menurut Haryanto, jangan sampai para peternak terlalu khawatir sehingga mudah ditakut-takuti untuk menjual hewan ternaknya dengan harga terlalu murah.

“Kasihan kalau seperti itu. Karena rata-rata di pedesaan ini tabungan masyarakat ialah hewan ternak sapi maupun kambing. Karena setelah selesai bertani, waktu luang dimanfaatkan masyarakat untuk memelihara ternak,” jelas Bupati.

Haryanto pun menambahkan, bahwa pihaknya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan tim Penanganan Reaksi Cepat (PRC) PMK, telah menggelar rapat untuk menginventarisasi kebutuhan di luar vaksin.

“Karena vaksin masih dari luar negeri. Di Indonesia belum ada. Paling tidak ada langkah-langkah. Ketersediaan anggaran paling utama untuk membantu penanganan PMK ini,” jelas bupati.

Sukemi, warga Desa Purwokerto Kecamatan Kayen, yang memiliki empat ekor sapi di kandang miliknya mengaku bersyukur dan berterima kasih pada Bupati yang telah memberinya vaksin dan vitamin untuk hewan ternak miliknya.

“Empat ekor sapi saya semua sehat. Di Desa Purwokerto setahu saya tidak ada yang kena PMK. Tidak ada masyarakat yang terlalu khawatir karena di sini aman, harga juga masih normal,” pungkasnya. (Red)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280

Komentar