SMAN 1 Kalianget Terus Kembangkan Program Sekolah Penggerak

News, Pendidikan611 Dilihat
Views: 1672
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

MokiNews.com, Sumenep – SMAN 1 Kalianget Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus mengembangkan sekolah baik di bidang akademik maupun non akademik. Kamis, 31/3/2022.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kalianget H. Sadik menerangkan, pertama pihaknya mengembangkan pelaksanaan program sekolah penggerak (pelaksanaan kurikulum merdeka)

“Banyak hal yang harus di kembangkan program sekolah penggerak, karena di dalam program tersebut memberi kebebasan lebih luas dalam belajar mengajar kepada bapak ibu guru dan siswa.,” katanya saat di temui di ruang kerjanya. Kamis, (31/3)

Lanjut mantan Kasek SMANSA Sumenep, Bapak ibu guru bisa melaksanakan pembelajaran yang fareatif, tergantung dari bagaimana kondisi kelas dan karakter siswa. Kami juga semaksimal mungkin menampilkan sekolah ini sekolah yang berprestasi.

“Alhamdulillah kemarin Siswa kami atas nama Laila Nur Azizah kelas XI IPA meraih juara 1 dalam ajang lomba LKTI ( Lomba Karya Tulis Ilmiah) antar SMA se Provinsi Jawa Timur di salah satu Universitas di Surabaya,” ungkapnya.

Ke depan pihaknya tetap berupaya melaksanakan tugas utama memberikan pembelajaran semaksimal mungkin terhadap anak didik. Bagaimana anak-anak bisa senang dan tidak jenuh ketika menerima pembelajaran dari bapak ibu guru.

“Saat ini ada pembentukan pembelajaran berbasis digitalisasi (online),” paparnya.

Lanjut dia, dalam mengembangkan ekstra kulikuler, yakni kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan anak (minat siswa). Alhamdulillah kegiatan ekstra kurikuler cukup banyak dan berjalan lancar.

Menurutnya, yang sangat penting pelaksanaan program kurikulum sekolah penggerak. Untuk tahun ini tugas proyek, tema yang kita kembangkan Kearifan lokal, jadi anak anak bisa melihat kegiatan apa di masyarakat yang menonjol, seperti membuat topeng, belajar cara membuat garam kepada petani tambak garam, bagaimana cara dan tehnik pembuatannya. Dan juga yang di kembangkan kewirausahaan, seperti membuat kripik dan abon dari ikan mujair.

“Tema perubahan iklim anak anak di ajari alat penyiraman rumput,” jelasnya.

Untuk tahun kedua kami mengembangkan Bineka Tunggal Ika yang sifatnya global, dan selanjutnya temannya Bangunlah Jiwa Raganya.

” Bangun Jiwa Raga artinya untuk memperkuat kondisi kesehatan kita, bisa dalam bentuk olahraga, bisa dalam bentuk keagamaan, kegiatan sosial, dan lainnya,” tandasnya.(Sr)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Komentar