Raport Merah dari BEM NUS Untuk Dunia Pendidikan

News, Pendidikan1103 Dilihat
Views: 1467
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

MokiNews.com, Mojokerto – Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf telah genap berusia dua tahun. Momentum tersebut lantas mendapat sorotan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM-Nus).

Eko Pratama – Koordinator Pusat BEM Nusantara beri rapor merah pada sektor pendidikan. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang masih harus terus dibenahi. Salah satunya dari serangkain program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Eko menilai program itu masih belum layak dikatakan sukses, bahkan masih jauh dari kata itu. “Kita melihat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka masih belum terselenggara dengan baik. Contohnya saja program Kampus Merdeka masih banyak dikeluhkan teman-teman mahasiswa utamanya dari segi sistem, pendanaan, dan proses untuk pendaftaran program,” kata Eko pada media (22/10/2021).

“Misalnya pada program kampus mengajar yang beberapa teman kami rasakan. Memang benar, ada konversi sejumlah 20 sks dengan kewajiban mengajar selama 6 bulan. Tapi yang masih jadi keluhan dari segi sistem di lapangan. Seolah ini hanya program coba-coba saja. Begitu pula yang terjadi pada rentetan program kampus merdeka lainnyam,”

Dia juga mempertanyakan ketegasan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset saat ini. “Harusnya kondisi covid-19 yang sudah mulai menghilang dari Indonesia ini bisa dirasakan juga dalam ranah pendidikan. Tetapi hingga hari ini, masih banyak kampus, atau lembaga sekolah yang belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Mahasiswa maupun pelajar sebenarnya sudah sangat merindukan pembelajaran tatap muka, oleh karena itu mestinya ini segera terlaksana,” imbuh Eko dalam penuturannya.

Eko Pun menuturkan jika di dua tahun periode Jokowi-Ma’ruf ini mesti ada gebrakan dalam dunia pendidikan. Ia telah menilai jika pemerataan pendidikan dalam segi fasilitas, kuantitas, maupun kualitas yang ada di Indonesia jadi pekerjaan rumah.

“Saya memberi rapor catatan merah untuk pendidikan. Terutama kita bisa melihat sendiri, perbedaan pendidikan yang ada di daerah Jawa, dan luar Jawa. Ini tentu pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani Mas Menteri Nadiem Makarim,” imbuh Eko Pratama.

Eko Pratama berharap dengan kondisi tersebut Presiden RI maupun Kemdikbud Ristek membuka jalan bagi mahasiswa. “Kami berharap ada audiensi dengan Presiden demi membicarakan hal ini. Tidak ada solusi lain, mahasiswa mesti turun tangan dengan hal yang solutif,”pungkasnya.(Sar)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Komentar