PIER Universitas Paramadina Gelar Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan Se-Kota Malang

Bekerjasama dengan KAS dan Dinas Kebudayaan Kota Malang, acara berlangsung 2-5 Februari 2026 dengan 30 peserta dari sekolah negeri dan swasta

News, Pendidikan31 Dilihat
Views: 561
0 0
banner 468x60
Read Time:2 Minute, 7 Second

MokiNews.com, Malang – Paramadina Institute for Education Reform (PIER) Universitas Paramadina bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan Dinas Kebudayaan Kota Malang menyelenggarakan program Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan se-Kota Malang.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 2 hingga 5 Februari 2026, diadakan di Ijen Suite Hotel, Kota Malang, dan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, S.E., M.M.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 336x280

Pelatihan ini diikuti oleh 30 guru perempuan dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta di seluruh Kota Malang.

Program dirancang secara khusus untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan guru perempuan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks seiring perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Suwarjana menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi pendidikan.

“Pelatihan bagi guru perempuan adalah bentuk investasi jangka panjang. Ketika guru perempuan memiliki kepercayaan diri, kapasitas berpikir kritis, serta kemampuan memimpin yang kuat, maka dampaknya akan terasa langsung dalam iklim sekolah, kualitas pembelajaran, dan lahirnya generasi yang lebih berdaya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PIER Universitas Paramadina dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) atas kontribusi dan kerja sama yang terjalin.

Djayadi Hanan, Ph.D., Direktur Eksekutif PIER Universitas Paramadina, menjelaskan tiga alasan utama digagasnya program pelatihan kepemimpinan ini. Pertama, untuk memastikan guru perempuan memiliki kemampuan dan kesempatan yang setara dengan guru laki-laki untuk menjadi pemimpin dalam dunia pendidikan di masa depan. Kedua, proses belajar-mengajar yang efektif membutuhkan kecakapan kepemimpinan agar dapat mengelola kelas dan membangun hubungan yang baik dengan siswa serta rekan kerja. Ketiga, guru perempuan berperan penting dalam membimbing para siswa yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Acara ini didukung oleh tim instruktur berpengalaman dari berbagai institusi terkait. Dari PIER Universitas Paramadina sendiri hadir: Dr. Tatok Djoko Sudiarto, MIB (Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban), Djayadi Hanan, Ph.D. (Direktur Eksekutif PIER), Dr. Mohammad Abduh Zen, M.Hum. (Advisor PIER), Hilal Tri Anwar (Sekretaris PIER), dan Umar Abdullah, Ph.D. (Staf Bidang Pendidikan PIER).

Selain itu, instruktur lainnya berasal dari instansi dan organisasi nasional, yaitu Danang Binuko, S.E., M.AP. dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Dr. Titi Anggraini, S.H., M.H. dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Pelatihan kepemimpinan untuk guru perempuan ini diharapkan dapat melahirkan generasi guru perempuan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi pengajaran, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat.

Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi lebih luas dalam pengembangan sistem pendidikan di Kota Malang, mulai dari tingkat kelas hingga perencanaan program sekolah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Aris)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280
google.com, pub-1624475377454066, DIRECT, f08c47fec0942fa0