Pelantikan Kades Serentak, Ini Pesan Bupati

Dalam Negeri, News1245 Dilihat
Views: 1507
0 0
banner 468x60
Read Time:2 Minute, 16 Second

MokiNews.com, Sumenep – Pelantikan hasil Pilkades serentak tahun 2021 diikuti sebanyak 88 Desa dari 27 Kecamatan yang ada di Kota Sumekar ini. Pelantikan dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pada pukul 09.00 dan sesi kedua pada pukul 12.00. Termasuk juga pelantikan Kades terpilih hasil Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dalam kesempatan itu Bupati Sumenep Achmad Fauzi melantik semua kepala desa terpilih di saksikan Forkopimda. Lima pesan ini diberikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, agar ke depan bisa membangun desa lebih baik, maju dan mandiri.

banner 336x280

Lima pesan yang ditegaskan Bupati Fauzi, meliputi :

Pertama, mengintruksikan para Kades agar menghidupkan kembali Balai Desa.

Balai Desa manjadi pusat pelayanan publik. Seyogyanya, kata dia, jika salah satu desa di Sumenep belum memiliki Balai Desa, segera berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Tujuannya, agar mencari solusi dan ada Balai Desanya,” kata Bupati Fauzi dalam sambutannya di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (16/12/2021).

Kedua, seorang Kades harus belajar regulasi peraturan perundangan-undangan tentang desa. Semakin besar anggaran desa yang diterima dari Dana Desa (DD), maka semakin besar resikonya.

“Tujuannya, agar memperhatikan aspek hukum demi bisa bergerak apabila adanya kasus hukum,” ujar Bupati Fauzi.

Ketiga, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Bupati Fauzi mangaku, banyak melihat masyarakat di desa sudah tidak memakai masker lagi.

Menurut laporan yang diterimanya dari Kepolisian Resort (Polres) dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0827 Sumenep, masih banyak masyarakat lalai terapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Hati-hati, pandemi masih belum berakhir,” tegasnya.

Lanjut dia, seorang Kades wajib mendorong masyarakatnya untuk patuh Prokes Covid-19. Dia menghimbau agar masyarakat bisa berhati-hati jika ada gelombang Covid-19 berikutnya.
Selain itu, tahapan vaksinasi di desa terus di dorong, agar masyarakat bisa mendapatkan Herd Immunity (Kekebalan kelompok).

Keempat, Kades terpilih harus mulai membangun konsep dalam upaya membangun desanya, agar menjadi desa yang maju dan mandiri.

Di Kabupaten Sumenep sendiri, ada salah satu desa mandiri, yaitu Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. Dimana, para Kades bisa studi banding (kunjungan) ke desa tersebut bagaimana menjadi desa yang mandiri.

“Bisa belajar ke Kades Lobuk. Kenapa kok desanya bisa mandiri. Itu cara mudah,”ungkapnya.

Menurutnya, hal ini menjadi model untuk proses Kades agar bisa menjadi desa mandiri.

Kelima, keterkaitan dengan struktural administrasi. Para Kades wajib terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep.

“Para Kades jangan berkoordinasi ketika hanya ada masalah ke dinas terkait,” pintanya.

Sambung Fauzi misalnya saja, ada sebuah kasus seorang Kades yang tiba-tiba memberhentikan perangkatnya secara sepihak lalu mengeluarkan peraturan desa.

“Ini tolong diingat, koordinasi terkait hal-hal kebijakan. Semua itu kebijakan para Kades tentu memperhatikan tiga aspek agar desanya maju, yakni aspek hukum, sosial, dan ekonomi,” imbuhnya.

Menurutnya, dari tiga aspek tersebut, akan menjadi tujuan dan pegangan agar Kades benar-benar mampu membawa desanya lebih maju dan mandiri.(Sr)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
banner 336x280

Komentar